← SemuaJangan Buang Ibu: Ketika Isu Panti Jompo Berhasil Menembus Box OfficeHIBURAN

Jangan Buang Ibu: Ketika Isu Panti Jompo Berhasil Menembus Box Office

4 Juli 2026 · 2 menit baca

BagikanWhatsAppX

Angka satu juta penonton dalam lima hari bukan pencapaian main-main untuk film Indonesia, apalagi untuk drama keluarga yang mengangkat tema yang selama ini jarang laku di layar lebar: hubungan anak dengan orang tua yang mulai menua. Jangan Buang Ibu, yang tayang mulai Juni 2026, jadi bukti bahwa cerita soal dilema mengirim orang tua ke panti jompo ternyata punya daya tarik yang jauh lebih besar dari perkiraan banyak orang.

Ceritanya sendiri sebenarnya sederhana secara premis, menurut sinopsis yang beredar di Detikcom. Seorang ibu lanjut usia menghadapi kemungkinan pahit: dikirim ke panti jompo oleh anak-anak kandungnya sendiri. Premis semacam ini gampang jatuh ke melodrama murahan kalau tidak digarap hati-hati, karena isu lansia dan panti jompo di Indonesia masih dianggap tabu dan gampang memicu penghakiman sepihak, entah ke pihak anak yang dianggap durhaka atau ke pihak orang tua yang dianggap terlalu menuntut.

Menahan diri dari menghakimi

Di titik inilah pendekatan sutradara Hadrah Daeng Ratu kelihatan jadi kunci. Dalam keterangannya yang dikutip KapanLagi, ia mengaku sadar betul soal beban emosional yang datang dari mengarahkan cerita seperti ini, dan sengaja berusaha keras supaya konflik antara anak dan orang tua tidak disajikan dengan cara menghakimi salah satu pihak. Pilihan ini penting karena isu pengasuhan orang tua lanjut usia jarang hitam putih. Ada beban finansial, ada keterbatasan waktu anak yang juga sudah punya keluarga sendiri, ada rasa bersalah yang menumpuk di kedua belah pihak. Film yang berani menahan diri untuk tidak buru-buru menentukan siapa yang benar dan siapa yang salah biasanya lebih mengena, karena penonton dibiarkan menimbang sendiri, bukan digiring ke satu kesimpulan.

Kejutan di box office

Pendekatan itu tampaknya berbuah manis di kantong tiket. Menurut catatan Liputan6, film ini berhasil menembus satu juta penonton hanya dalam lima hari sejak tayang, sebuah pencapaian yang disebut sebagai kejutan box office. Untuk konteks, banyak film drama keluarga lokal biasanya butuh waktu jauh lebih lama untuk mencapai angka sebesar itu, kalau pun bisa sampai ke sana. Kecepatan ini menunjukkan ada resonansi kuat antara tema film dengan pengalaman nyata penonton Indonesia, yang sebagian besar hidup dalam keluarga besar dengan orang tua atau kakek-nenek yang perlu diurus, dan pertanyaan soal panti jompo bukan lagi hal asing di banyak rumah tangga urban.

Menariknya, kesuksesan ini juga mematahkan asumsi lama bahwa film bertema sosial berat sulit bersaing secara komersial melawan genre yang lebih ringan seperti komedi atau horor, dua genre yang selama ini mendominasi box office lokal. Jangan Buang Ibu justru membuktikan penonton Indonesia siap membayar tiket bioskop untuk cerita yang membuat mereka merenung, bahkan mungkin menangis di kursi, selama eksekusinya jujur dan tidak menggurui.

Tentu saja, pencapaian angka penonton dalam lima hari ini baru gambaran awal. Yang jadi pertanyaan berikutnya adalah apakah momentum ini bisa bertahan sampai akhir masa tayang, dan apakah keberhasilan ini akan mendorong lebih banyak rumah produksi lokal berani mengambil tema serupa. Kalau melihat cara pasar merespons cepat terhadap Jangan Buang Ibu, sepertinya bukan hal mustahil bakal ada gelombang film drama keluarga bertema serupa yang menyusul dalam waktu dekat.

#film indonesia#jangan buang ibu#box office#drama keluarga#panti jompo

Sumber