← SemuaRaisa dan Eross Candra Padukan Vokal Pop dengan Tujuh Instrumen Tradisional di "Cahaya Hati"HIBURAN

Raisa dan Eross Candra Padukan Vokal Pop dengan Tujuh Instrumen Tradisional di "Cahaya Hati"

29 Juli 2026 · 2 menit baca

BagikanWhatsAppX

Raisa dan Eross Candra baru saja merilis single kolaborasi bertajuk "Cahaya Hati", dan yang bikin lagu ini beda dari kolaborasi pop kebanyakan adalah skala produksinya. Berdasarkan pengumuman resmi yang dikutip Antara News, lagu ini lahir dari inisiasi sebuah proyek budaya dan seni, bukan sekadar rilisan komersial biasa.

Pesan yang diusung juga cukup spesifik: kebangkitan moral, optimisme, dan keberanian menghadapi tantangan hidup modern. Bukan tema cinta-cintaan standar yang biasa mengisi lagu-lagu pop, tapi sesuatu yang lebih reflektif. Tim produksi disebut menggarap proyek ini dengan serius, dan itu terasa dari banyaknya elemen yang dilibatkan.

Bukan Sekadar Vokal dan Gitar

Menurut laporan Kompas, penggarapan "Cahaya Hati" tidak berhenti di kekuatan vokal Raisa sebagai penyanyi utama. Lagu ini merangkul para penampil instrumen etnik dari berbagai daerah, ditambah paduan suara berkelas dunia. Kombinasi sebanyak itu biasanya berisiko jadi ramai tanpa arah, tapi menurut Kompas, hasil akhirnya justru menghadirkan tekstur musik yang kaya dan mendalam.

Di sisi lain, Kumparan menyoroti bagian yang jadi ciri khas Eross Candra: penataan gitar dan konstruksi melodi. Sentuhan itu dipadukan dengan vokal Raisa yang dibawakan penuh penghayatan, menciptakan fondasi pop yang familiar sebelum lapisan-lapisan lain masuk.

Tujuh Instrumen Nusantara sebagai Pembeda

Yang paling mencolok dari "Cahaya Hati" adalah pelibatan tujuh alat musik tradisional Nusantara dalam satu komposisi. Kumparan mencatat bahwa perpaduan elemen sonik pop modern dengan warisan instrumen daerah ini berhasil menyuguhkan keseimbangan estetik — bukan tradisional yang dipaksakan masuk ke pop, atau sebaliknya, tapi dua hal yang saling mengisi.

Kompas menambahkan bahwa pelibatan banyak praktisi seni lintas disiplin ini memberi warna khusus: kemegahan kontemporer yang tetap berpijak pada kebanggaan budaya daerah. Ini yang membuat "Cahaya Hati" terasa berbeda dari kolaborasi musisi pop pada umumnya, yang biasanya cukup mengandalkan dua nama besar tanpa elemen tambahan seberat ini.

Kenapa Ini Menarik Diperhatikan

Raisa dikenal sebagai salah satu vokalis pop paling konsisten di industri musik Tanah Air, sementara Eross Candra punya rekam jejak panjang sebagai penulis lagu dan gitaris di balik banyak hit yang sudah jadi bagian dari lanskap musik Indonesia. Pertemuan keduanya saja sudah cukup untuk menarik perhatian publik, tapi keputusan menambahkan paduan suara orkestrasi dan tujuh instrumen tradisional menunjukkan ambisi yang lebih besar dari sekadar duet.

Kumparan menyebut kombinasi ini diyakini bisa jadi angin segar dalam blantika musik pop Indonesia tahun ini — klaim yang masuk akal mengingat jarang ada rilisan pop mainstream yang berani menggarap unsur etnik sebesar ini tanpa membuatnya terasa seperti tempelan.

Ketiga sumber sepakat rilis ini terjadi pada 24 Juli 2026, dan sejauh ini belum ada detail lebih lanjut soal video musik, daftar instrumen spesifik yang dipakai, atau rencana penampilan langsung dari "Cahaya Hati". Yang jelas, kolaborasi ini menempatkan Raisa dan Eross Candra dalam posisi yang cukup jarang: menyatukan pop kontemporer dengan warisan musik daerah dalam satu paket yang sama.


Foto sampul: Lukas Blazek / Pexels

#Raisa#Eross Candra#musik Indonesia#kolaborasi musisi#musik tradisional

Sumber