← SemuaSaat Notifikasi Aplikasi ASOS Dibajak Hacker untuk Menyebar AncamanTECH

Saat Notifikasi Aplikasi ASOS Dibajak Hacker untuk Menyebar Ancaman

7 Oktober 2026 · 2 menit baca

BagikanWhatsAppX

Pernahkah kamu membayangkan mengecek ponsel dan melihat notifikasi dari aplikasi belanja favoritmu yang isinya bukan promo diskon, melainkan pesan bahwa sistem mereka telah dibobol sepenuhnya? Skenario yang terdengar seperti plot cyber-thriller ini benar-benar terjadi pada pengguna aplikasi ASOS baru-baru ini.

Pada awal Oktober, media sosial diramaikan oleh kebingungan pelanggan ASOS. Alih-alih mendapatkan info barang baru, mereka menerima notifikasi push asing yang mengklaim bahwa peretas telah mengambil alih sistem perusahaan secara penuh. Laporan dari The Guardian menyebutkan bahwa pihak ASOS langsung bergerak melakukan investigasi terkait aktivitas tidak sah yang membajak jalur komunikasi langsung mereka dengan pelanggan tersebut.

Insiden ini menarik karena menunjukkan manuver serangan siber yang cukup in-your-face. Peretas tidak sekadar diam-diam mencuri data di latar belakang, tetapi sengaja menggunakan jalur resmi perusahaan sebagai megafon untuk menyebarkan kepanikan langsung ke tangan konsumen.

Lalu, bagaimana sistem notifikasi raksasa fesyen ini bisa disusupi?

Sorotan para ahli keamanan siber mengarah pada kelompok peretas yang menamakan diri mereka Xuanye Group. TechRadar mencatat bahwa kelompok ini diduga kuat berhasil mengeksploitasi instance Snowflake yang digunakan oleh ASOS. Snowflake sendiri adalah platform data berbasis cloud skala besar. Dengan mengeksploitasi celah pada instance spesifik tersebut, peretas tampaknya mendapatkan jalan masuk untuk mengontrol sistem pengiriman pesan push pada aplikasi.

Merespons situasi yang berkembang cepat ini, para pakar keamanan langsung mewanti-wanti pengguna agar tidak mengklik tautan apa pun yang mungkin terselip dalam notifikasi aneh tersebut, demi menghindari potensi serangan lanjutan.

Dampak dari ulah Xuanye Group ini terasa instan di bursa saham. Forbes melaporkan bahwa pembajakan platform pihak ketiga ini sukses memicu kepanikan massal. Kekhawatiran utama publik jelas tertuju pada nasib data pribadi dan informasi pembayaran yang tersimpan di akun mereka.

Meskipun ASOS dengan cepat merilis jaminan bahwa data pembayaran pengguna dipastikan aman dan tidak tersentuh, efek kejutnya sudah terlanjur menyebar. Hilangnya rasa aman secara tiba-tiba ini membuat investor bereaksi negatif, yang berujung pada anjloknya harga saham perusahaan di pasar modal.

Peristiwa ini menjadi contoh nyata tentang risiko layanan pihak ketiga dalam arsitektur digital perusahaan. Satu eksploitasi pada layanan cloud terbukti bisa mengubah fitur notifikasi yang seharusnya memanjakan pelanggan menjadi senjata untuk meruntuhkan kepercayaan dan nilai pasar hanya dalam hitungan jam.


Foto sampul: Mockup Layar Kosong Ponsel Pintar · Foto Stok Gratis / Web / Pers

#ASOS#Keamanan Siber#Snowflake#Xuanye Group#Hacking

Sumber

Saat Notifikasi Aplikasi ASOS Dibajak Hacker untuk Menyebar Ancaman · KANAL