← SemuaTulus Balik Lewat "Teh Hijau", Lagu Buat yang Lagi Belajar Berdamai dengan Rasa HampaHIBURAN

Tulus Balik Lewat "Teh Hijau", Lagu Buat yang Lagi Belajar Berdamai dengan Rasa Hampa

4 Juli 2026 · 2 menit baca

BagikanWhatsAppX

Empat tahun tanpa karya solo baru sejak album Manusia, Tulus akhirnya kembali lewat single berjudul "Teh Hijau". Begitu dirilis secara digital pada 30 Juni 2026, lagu ini langsung ramai dibicarakan dan masuk jajaran tren musik di Indonesia, seperti dicatat Detik.com.

Yang menarik, comeback ini nggak dikemas sebagai gebrakan besar-besaran. Menurut RRI.co.id, "Teh Hijau" lebih terasa sebagai media buat Tulus menyalurkan emosinya sendiri, sekaligus titipan pesan kedamaian untuk pendengar yang mungkin sedang butuh hal serupa. Setelah jeda sepanjang itu, wajar kalau karya pertamanya terasa lebih personal ketimbang sekadar comeback single yang dirancang untuk bikin heboh.

Bukan lagu yang buru-buru bahagia

Soal makna, Popbela.com mengulas lebih dalam sisi filosofis di balik judulnya. Inti lagunya bukan soal menyingkirkan rasa hampa secepat mungkin, melainkan proses berdamai dengannya. Tulus mengajak pendengar menerima emosi negatif secara perlahan, sebagai bagian yang wajar dari pemulihan diri, bukan sesuatu yang harus buru-buru diselesaikan.

Di situ analogi teh hijau jadi masuk akal. Teh hijau biasanya diminum pelan-pelan, hangat, dan sering jadi teman saat pikiran lagi butuh ditenangkan—bukan minuman yang diteguk cepat untuk langsung merasa lebih baik. Pendekatan yang sama tampaknya dipakai Tulus dalam lagu ini: proses menerima rasa hampa yang nggak instan, tapi pelan dan tenang.

Comeback setelah era Manusia

Album Manusia jadi penanda penting dalam perjalanan solo Tulus, dan sejak itu publik menunggu cukup lama untuk rilisan barunya. Jarak empat tahun bukan waktu yang pendek di industri musik yang biasanya menuntut rilis rutin supaya nama artis tetap terdengar. Justru karena jeda itu, kemunculan "Teh Hijau" terasa lebih seperti pernyataan personal ketimbang strategi promosi belaka—sejalan dengan tema besar lagunya soal menerima proses, bukan mengejar hasil instan.

Trennya sendiri menunjukkan bahwa penantian panjang itu terbayar. Lagu ini tidak hanya dibicarakan karena faktor "akhirnya Tulus rilis lagu baru", tapi juga karena isi liriknya yang menyentuh sisi yang jarang diangkat secara terbuka: rasa hampa, dan bagaimana cara paling realistis menghadapinya bukan dengan buru-buru menghilangkannya.

Buat pendengar yang mengikuti perjalanan Tulus sejak lama, "Teh Hijau" bisa dibaca sebagai jembatan antara periode hening empat tahun terakhir dengan babak barunya di industri musik. Dan buat yang baru kenal karyanya, lagu ini menawarkan titik masuk yang cukup jujur—nggak berpura-pura semua baik-baik saja, tapi juga nggak larut dalam kesedihan yang berlebihan.

#Tulus#Teh Hijau#musik Indonesia#comeback musisi#single baru

Sumber