K-POPYeonjun TXT Tutup Babak Solo Lewat 'NO LABELS: PART 02', dari Rap Rock sampai Toko Pop-up
Yeonjun resmi menutup proyek solonya lewat mini album kedua bertajuk 'NO LABELS: PART 02'. Berdasarkan laporan Kpop Official, album ini dijadwalkan rilis pada 10 Juli, sementara pengumuman resmi di Weverse menyebutnya akan meluncur pertengahan Juli — selisih tanggal yang wajar terjadi karena perbedaan waktu antara jadwal produksi dan hari rilis final ke publik. Yang jelas, ini adalah penutup dari proyek 'NO LABELS' yang sudah dimulai lebih dulu lewat bagian pertama, dan sekaligus jadi pembuktian terakhir Yeonjun soal warna musik yang bisa ia bawa di luar TXT.
Satu Album, Banyak Genre
Hal yang paling menonjol dari rilisan ini adalah keberagaman genre di dalam satu tracklist. Chosun Ilbo mengulas bahwa daftar lagu 'NO LABELS: PART 02' merentang dari rap rock sampai R&B, sebuah kombinasi yang cukup jarang ditemukan dalam satu mini album idol K-pop yang biasanya lebih konsisten pada satu nuansa. Pendekatan ini sejalan dengan nama proyeknya sendiri — 'no labels' alias tanpa label atau tanpa dikotak-kotakkan ke satu genre saja. Alih-alih menempel pada satu identitas musik, Yeonjun tampaknya sengaja memakai kesempatan solo ini untuk menunjukkan rentang kemampuannya, sesuatu yang menurut Kpop Official memang dirancang sebagai puncak pembuktian musikalitas mandirinya di luar aktivitas grup utama.
Lagu utama album ini berjudul 'Ice Cream', yang menurut Chosun Ilbo memakai es krim sebagai analogi untuk menggambarkan dinamika sebuah hubungan asmara. Pemilihan metafora yang ringan dan familiar semacam ini biasanya dipakai untuk menyeimbangkan tracklist yang secara musikal cukup berani — jadi meski di dalam album ada eksperimen genre yang lebih berat seperti rap rock, single utamanya tetap dibuat mudah dicerna pendengar umum.
Toko Pop-up sebagai Ruang Temu Penggemar
Di luar sisi musik, comeback ini juga dibarengi strategi interaksi langsung dengan penggemar. Weverse mengumumkan bahwa Yeonjun akan membuka toko pop-up khusus di Seoul untuk menyambut rilisan ini. Toko pop-up semacam ini biasanya berfungsi lebih dari sekadar tempat jual merchandise — ia jadi ruang fisik yang memungkinkan penggemar merasakan konsep album secara langsung, entah lewat dekorasi bertema, barang eksklusif, atau elemen visual yang mengikuti estetika 'NO LABELS'. Bagi banyak idol, pop-up store juga jadi cara mempertahankan momentum comeback di luar rilis musik dan video, terutama di kota asal seperti Seoul yang basis penggemarnya besar dan mudah dijangkau.
Kombinasi antara eksperimen genre di dalam musik dan pendekatan langsung ke penggemar lewat ruang fisik menunjukkan bahwa 'NO LABELS: PART 02' bukan sekadar rilisan penutup formalitas. Proyek ini tampak digarap sebagai penanda akhir yang berusaha memberi kesan kuat: bahwa Yeonjun, di luar posisinya sebagai anggota TXT, punya identitas musik sendiri yang tidak sempit.
Dengan jadwal rilis yang tinggal menghitung hari, perhatian akan tertuju pada bagaimana 'Ice Cream' diterima sebagai representasi dari keseluruhan album, sekaligus bagaimana penggemar merespons pengalaman di toko pop-up Seoul begitu dibuka. Bagi TXT sendiri, penutupan proyek solo Yeonjun ini juga biasanya jadi sinyal bahwa grup mulai bersiap untuk aktivitas comeback bersama berikutnya.


